Vaksinasi COVID 19 Ini Saran KPK Kepada Kemenkes

Vaksinasi COVID 19 Ini Saran KPK Kepada Kemenkes

Vaksinasi COVID 19 Ini Saran KPK Kepada Kemenkes – Mereka  berharap pendataan penerima vaksin COVID-19 di lakukan secara akuntabel. Menurut Plt Jubir Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding, pendataan menjadi aspek krusial saat proses vaksinasi di mulai. Dari data yang di rilis situs Kementerian Kesehatan per hari ini, 42 persen tenaga kesehatan dari 1,5 juta.  Mereka yang menyebarkan juga tidak  kemana-mana biar tidak terjadi covid 19 yang sangat banyak menular ke orang-orang. Ini artinya.  Ada kemajuan sejak akhir pekan lalu baru 25 persen yang telah di vaksin.

Image result for Vaksinasi COVID 19 Ini Saran KPK Kepada Kemenkes

Rendahnya cakupan vaksinasi di karenakan pendataan

Ipi juga  mengatakan bahwa salah satu kendala rendahnya cakupan vaksinasi sejak di canangkan adalah terkait pendataan. Memerluka  data nakes yang di miliki Kemenkes, kata Ipi, bersumber dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Namun Data tersebut belum terhubung dengan data pada di rektorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Data Dukcapil di nilai sudah rapi dan padan dengan NIK

Melansir dari http://tweeria.com/   walapun di atas dasar itu, pihaknya juga mendorong Kemenkes menggunakan data kependudukan yang di miliki. Oleh karena itu, Ditjen dukcapil dan di kombinasikan dengan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini bertujuan sebagai basis data untuk proses pendataan penerima vaksin COVID-19. Data Dukcapil sudah relatif rapi dan juga sudah padu padan dengan Nomor Induk Kependudukan. Dukcapil mengelola data 271,3 juta penduduk Indonesia.  Yang menunjukkan perbedaan antara alamat di KTP dengan domisili aktual.

Sebanyak 500 ribu lebih orang sudah di vaksinasi COVID-19

Mereka setiap tahap I orang sudah di vaksinasi.  Sejauh ini,  vaksinasi COVID-19 sendiri masih di prioritaskan bagi tenaga kesehatan supaya  sehat daya tubuh yang di berikan vaksin. Namun Sampai Februari di targetkan asatu juta lebih tenaga kesehatan yang sudah selesai melakukan vaksinasi.  Pengecualian tersebut di karenakan tenaga kesehatan sedang dalam kondisi menyusui, penyintas COVID-19.  Walaupun pada  kondisi tenaga kesehatan yang masuk ke dalam pengecualian penerima vaksin.