68 Perusahaan Mencari Pendanaan di Pasar Modal

68 Perusahaan Mencari Pendanaan di Pasar Modal

68 Perusahaan Mencari Pendanaan di Pasar Modal

68 Perusahaan Mencari Pendanaan di Pasar Modal, – Pasar modal merupakan sebuah pasar yang bergerak secara teroganisir di mana terdapat berbagai aktivitas perdagangan surat penting.

Surat penting tersebut dapat berupa saham, equitas, obligasi, surat pengakuan hutang. Serta surat penting lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun perusahaan swasta dengan menggunakan jasa perantara, komisioner, dan juga underwriter.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso mengatakan, sebanyak 68 calon perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia akan mencari dana di pasar modal. Baik melalui penawaran umum dalam bentuk saham, maupun surat berharga.

“Dalam pipeline per 28 Juli 2020, terdapat 68 emiten yang akan melakukan penawaran umum. Dengan total penawaran diperkirakan mencapai Rp40,54 triliun,” kata dia dalam acara KSSK, Rabu 5 Agustus 2020.

Dalam UU No. 8 Tahun 1995 juga disebutkan mengenai arti pasar moda, yaitu sebuah kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan efek serta penawaran umum. Perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, dan juga lembaga serta profesi yang berkaitan dengan efek.

Realisasi penghimpun dana di pasar modal mencapai Rp54,13 triliun hingga 28 Juli

Menurut Wimboh penawaran ini menjadi sinyal positif terhadap tingginya minat pelaku usaha dalam menghimpun dana, melalui pasar modal domestik. Meski sepanjang semester pertama tahun ini kondisi pasar modal masih tertekan.

Wimboh juga mengungkapkan, hingga 28 Juli 2020 realisasi penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp54,13 triliun. Jumlah tersebut berasal dari 28 emiten anyar.

“Juli 2019 kemarin (penghimpunan dana melalui pasar modal sebanyak) Rp109,18 triliun dengan 94 emiten baru. Turun signifikan bila dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap dia.

Sentimen positif di pasar modal mulai terjadi

Kendati, Wimboh mengatakan, pasar modal di Indonesia, bahkan pasar global mulai memberikan sentimen positif. Penguatan ini didorong langkah investor domestik, khususnya investor ritel dan non-resident yang melakukan net buy sebesar Rp1,5 triliun.

“Lalu hingga akhir Juli, di pasar Surat Berharga Negara (SBN) terjadi net buy sebesar Rp5,06 triliun,” ujar dia.

Sekadar informasi, pada 24 Maret lalu, IHSG sempat menyentuh level terendah di 3.937. Berdasarkan data RTI IHSG menguat 1,13 persen ke level 5.062 pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa 4 Agustus 2020.

Kondisi pasar saham sebelumnya diberitakan belum sepenuhnya pulih

Sebelumnya, Wimboh mengatakan, kondisi pasar saham saat ini belum sepenuhnya pulih. Hal tersebut ditunjukkan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa 4 Agustus 2020, yang berada di posisi 5.039,47, naik 30,17 poin dari posisi sebelumnya yaitu 5.006,49.

“Turun cukup drastis dalam sehari, kemarin, jadi 5.006 itu karenanya ada rilis deflasi dan wait and see atas data PDB Indonesia di kuartal II,” kata Wimboh melalui diskusi virtual, Selasa 4 Agustus 2020.

Wimboh menuturkan saat ini vaksin COVID-19 masih dalam proses pengetesan menciptakan ketidakpastian di kuartal II. Kemudian, investor masih mencermati pertumbuhan ekonomi kuartal II banyak negara yang mengalami resesi.

Wimboh berharap pada akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif, sebab pemerintah mulai melakukan pembukaan pembatasan sosial di berbagai wilayah. Hal itu, dia harapkan pada Juli hingga September memberi dampak baik bagi perekonomian.