Banyak Pengangguran Akibat Corona

Banyak Pengangguran Akibat Corona

Banyak Pengangguran Akibat Corona

Banyak Pengangguran Akibat Corona, – Gunawan (28) nelangsa. Virus corona yang menyebar dari China dan meluas ke Indonesia sejak Maret lalu telah membuat hidupnya berubah.

Perubahan paling terasa terjadi sejak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mempersempit penyebaran virus corona pada April silam. Sejak saat itu, pekerja di dunia kreatif itu kehilangan penghasilannya.

Maklum, sejak PSBB berlaku, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang melarang kerumunan orang di ruang publik. Kebijakan itu praktis membuat seluruh pekerjaan dan proyek yang telah ia susun dengan rapi tak dapat dieksekusi.

Sejak saat itu, praktis hidup Gunawan berubah total. Ia yang biasanya hanya menjadikan kontrakannya sebagai hotel tempat menumpang tidur, kini lebih sering di rumah.

Tak pernah lagi ia jajan dan berfoya-foya seperti biasanya. Demi bertahan hidup, ia bahkan harus mengubah kebiasaan foya-foyanya dengan belanja sendiri ke pasar dan masak di rumah.

Dia juga berjanji untuk tak wara-wiri keluar rumah jika tak ada keperluan jelas meski sebetulnya dia bukan introvert yang suka menyendiri di rumah. Ia berjanji pada dirinya untuk mengontrol pengeluarannya hingga ia dapat kembali bekerja. poker deposit pulsa im3

Sampai saat ini ia mengaku belum tahu kapan ia akan menjalani kehidupan seperti itu. Sebagai pekerja lepas yang tak mendapat jaminan apa pun dari PH tempatnya bekerja, Gunawan hanya bisa pasrah menunggu hingga pemerintah menyiapkan protokol kesehatan untuk industri hiburan sehingga ia bisa bekerja lagi.

Virus corona telah membuat perantau asal Kalimantan kelimpungan. Restoran di daerah Salemba tempatnya kerja sejak dua tahun lalu ditutup untuk sementara.

Sudah dua bulan tak berpenghasilan. Rizki mulai khawatir.

Rizki sempat berfikir untuk mencari kerjaan dengan mendaftar menjadi pengemudi ojek online. Namun, niat itu terpaksa diurungkannya setelah ia mendengar protokol pengemudi ojol yang hanya boleh mengantar barang sejak PSBB diberlakukan.

Tak hanya memikirkan urusan perut, kekhawatiran bakal tak bisa membayarkan uang kos bulan depan juga membayanginya.

Gunawan sebenarnya telah mencoba berbagai usaha untuk mengisi dompetnya dari menawarkan iklan dalam bentuk animasi hingga memproduksi iklan sederhana yang bisa dihasilkannya dari rumah.

Sayang, belum ada perusahaan yang memesan iklan akibat lesunya roda ekonomi. Mau tak mau Gunawan pun banting setir.

Untuk mengisi lauk di atas piring, ia membantu temannya memasarkan masker kain buatan rumah. Meski mengaku tak begitu tertarik menjajal dunia bisnis, namun ia tak punya banyak pilihan.

Walaupun nelangsa, Gunawan berusaha untuk mengambil sisi positif dari masalah tersebut. Pasalnya, penyebaran wabah virus corona belakangan ini membuat keluarga dan temannya bisa lebih sering bersilaturahmi di rumahnya di Kembangan, Jakarta Barat.

Harapan baru menggelayuti benak Rizki setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan restoran kembali membuka layanan makan di tempat (dine in). Ia berharap new normal bisa membuat tempatnya bekerja beroperasi sehingga ia bisa berpenghasilan lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *