Berita Terkini Ledakan di Beirut Lebanon

Berita Terkini Ledakan di Beirut Lebanon

Berita Terkini Ledakan di Beirut Lebanon

Berita Terkini Ledakan di Beirut Lebanon – Ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon pada selasa waktu setempat. Korban tewas pada ledakan yang terjadi dilaporkan berjumlah 73 orang dan 3.700 orang luka-luka. Jumlah korban dikabarkan terus bertambah.

Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengungkap pemicu ledakan yang terjadi dan menewaskan korban 73 orang dan melukai 3.700 warga itu.

Berdasarkan hasil investigasi, ungkap Ibrahim, ledakan itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika, seperti dikutip dari Aljazeera.

Hasil investigasi tersebut telah dilaporkan Ibrahim kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang berisi presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji akan memberi hukuman paling berat ke pihak yang bertanggung jawab.

Korban Tewas Lebih dari 100

Ledakan di Beirut, Lebanon, masih terus mencatat korban jiwa baru. Ratusan meninggal dan hampir lima ribu orang terluka.

“Hingga kini, lebih dari 4.000 orang telah terluka dan lebih dari 100 telah kehilangan nyawa mereka,” ujar Palang Merah Lebanon, seperti dikutip AFP.

“Tim-tim kami masih melakukan operasi search and rescue di area sekitar,” jelas pihak Palang Merah Lebanon.

Jumlahnya terus naik dari yang sebelumnya dilaporkan 10 orang meninggal, kemudian 50 meninggal dunia akibat ledakan di ibu kota Beirut Lebanon.

Kronologi Ledakan

Ledakan di Beirut, Lebanon, menjadi sorotan dunia. Peristiwa itu terjadi karena ledakan bahan kimia di gudang penyimpanan di pelabuhan.

Peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, terjadi pada Selasa 4 Agustus petang waktu setempat. Kantor berita National News Agency melaporkan kebakaran di gedung penyimpanan pada pukul 7 malam.

Pada berita itu tertulis bahwa gudang penyimpanan di pelabuhan Beirut kebakaran dan memicu ledakan.

Ledakan Berasal dari 2.700 Ton Amonium Nitrat

Ledakan di Beirut, Lebanon, terjadi pada Selasa 4 Agustus waktu setempat. Kepala Keamanan Umum Lebanon Abbas Ibrahim mengungkap pemicu ledakan dahsyat yang menewaskan 73 orang dan melukai 3.700 warga itu.

Berdasarkan hasil investigasi, ungkap Ibrahim, ledakan itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika, seperti dikutip dari Aljazeera.

Hasil investigasi tersebut telah dilaporkan Ibrahim kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang berisi presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji akan memberi hukuman paling berat ke pihak yang bertanggung jawab.