Budaya Indonesia dan Kehidupan New Normal. Mampukah tercapai?

Budaya Indonesia dan Kehidupan New Normal. Mampukah tercapai?

Budaya Indonesia dan Kehidupan New Normal. Mampukah tercapai?

Persiapan “New Normal” | Harian Bhirawa Online

Budaya Indonesia dan Kehidupan New Normal. Mampukah tercapai? – Sejak terjadinya pandemi covid-19, tak sedikit kepala negara yang mengimbau warganya untuk melakukan segala aktivitas di rumah saja

Sudah hampir setengah tahun virus covid-19 berdampingan dengan kehidupan manusia di penjuru bumi dan hingga saat ini masih banyak negara yang terus berjuang untuk memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.

Sebelumnya, negara-negara di benua Asia hingga Eropa menerapkan sistem lockdown termasuk negara Indonesia yang meski dalam peyebutan nama dan kebijakannya berbeda dengan negara lain. Indonesia merupakan negara yang tidak melarang secara penuh aktivitas warganya di luar rumah. Hal ini berdampak kasus covid-19 di Indonesia yang kian meningkat setiap harinya.

Pada saat Pemerintah Indonesia memberikan sedikit kelonggaran bagi warganya yang harus beraktivitas di luar rumah,  malah semakin membuat mereka tidak perduli bukan menyadari, sebab budaya yang sudah lama tertanam dalam diri masyarakat Indonesia ini bukan hanya berlaku pada saat pandemi terjadi, melainkan sudah mendarah daging. Contohnya seperti budaya atau kebiasaan tak memakai helm saat berkendara yang masih sering kita jumpai di negeri kita tercinta ini.

Disisi lain, terjadinya wabah covid-19 mampu sedikit membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara memakai masker ketika keluar rumah, tetapi apakah hal itu semata-mata kesadaran masyarakatnya? Atau hanya takut pada sanksi yang diberikan oleh pemerintah?

Jika kita tengok kembali saat masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ternyata dari hasil pemberitaan media mengatakan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak perduli pada anjuran Pemerintah Indonesia untuk tidak berkumpul-kumpul, menjaga jarak, tidak berboncengan ketika berkendara, dan bahkan jika kita perhatikan orang-orang sekitar tempat tinggal kita itu masih banyak yang enggan memakai pelindung diri seperti masker karena alasan “panas dan susah nafas”.

Melindungi sesama, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai kehidupan baru yang harus dilakukan guna memutus penyebaran virus covid-19 agar terciptanya kehidupan normal seperti sedia kala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *