Cara Membedakan Batuk Biasa dengan Batuk COVID-19

Cara Membedakan Batuk Biasa dengan Batuk COVID-19

Cara Membedakan Batuk Biasa dengan Batuk COVID-19

Cara Membedakan Batuk Biasa dengan Batuk COVID-19, – Batuk adalah salah satu gejala paling umum yang paling sering muncul saat seseorang terpapar virus corona strain baru, SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), hampir 67,7 persen atau lebih dari dua pertiga pasien yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala batuk. Meski demikian, banyak yang tidak tahu cara membedakan batuk biasa dengan batuk akibat virus corona.

Karena batuk adalah gejala umum. Tetapi ada beberapa tanda yang bisa membantu kita membedakan apakah sedang mengalami batuk biasa atau gejala COVID-19.

Riset membuktikan lima puluh persen dari pasien Covid-19 memiliki gejala batuk. Gejala batuk pada Covid-19 adalah batuk kering.

https://andersonplanes.com/ melaporkan, selama berabad-abad, dokter telah mendengarkan berbagai jenis batuk. Suara batuk dapat membantu tenaga kesehatan mendiagnosa penyakit dasar pasiennya.

Bagi orang awam, akan sangat sulit membedakan batuk. Apalagi di situasi pandemi seperti saat ini, banyak orang mulai mencari tahu batuk seperti apa yang tidak berbahaya. Gejala seperti apa yang menjadi gejala Covid-19, atau bahkan gejala penyakit lainnya.

Batuk kering terus-menerus disertai demam

Batuk kering yang terjadi secara terus-menerus dan disertai demam telah terkonfirmasi sebagai gejala paling umum yang dialami pasien COVID-19.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Leeds, Inggris, bekerja sama dengan tim peneliti dari Universitas Sheffield, Universitas Bristol, Imperial College London, dan Pusat Kanker Belgia, yang didanai oleh National Institute for Health Research and VALCOR di Belgia, telah memastikan dua gejala: batuk dan demam adalah gejala paling umum yang diderita pasien COVID-19.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One tersebut, tim peneliti menganalisis data dari 148 studi terpisah untuk mengidentifikasi gejala umum yang dialami oleh lebih dari 24.000 orang pasien di sembilan negara, termasuk Inggris, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Penelitian tersebut adalah salah satu penelitian terbesar yang pernah dilakukan untuk meneliti gejala COVID-19. Temuannya, dari 24.410 kasus, ditemukan sebanyak 78 persen pasien mengalami demam.

Meski bervariasi, seperti di Singapura yang melaporkan 72 persen mengalami demam sementara di Korea Selatan (Korsel) hanya 32 persen, tetapi demam dipastikan menjadi gejala yang paling umum terjadi.

Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa 57 persen pasien mengalami gejala batuk. Hasil ini juga bervariasi di beberapa negara, seperti Belanda yang melaporkan sebanyak 76 persen pasien, sementara di Korsel hanya 18 persen saja.

Batuk yang disertai kehilangan indra perasa dan indra penciuman

Kehilangan indra penciuman dan indra perasa secara tiba-tiba juga merupakan salah satu gejala umum yang terjadi pada pasien COVID-19.

Melansir BBC, ada penelitian dari University of East Anglia, Inggris, yang meneliti 30 orang sukarelawan dengan rincian: 10 orang penderita COVID-19, 10 orang dengan pilek parah, dan 10 orang sehat tanpa demam atau gejala. Dari studi tersebut, ditemukan bahwa penderita COVID-19 mengalami kehilangan indra penciuman yang signifikan. Mereka dilaporkan tak mampu membedakan rasa pahit atau manis.

Prof. Philpott pun menyarankan, orang-orang yang mengalami gejala awal COVID-19 bisa melakukan tes penciuman dan perasa dengan menggunakan kopi, bawang, jeruk, atau lemon dan gula di rumah sebagai deteksi awal. Bila mengalaminya, orang tersebut disarankan untuk langsung melakukan swab test untuk memastikannya lebih lanjut.