Dari Produksi Surplus, Indonesia Siap untuk Ekspor APD

Dari Produksi Surplus, Indonesia Siap untuk Ekspor APD

Bersiap untuk Ekspor APD

Indonesia Siap untuk Ekspor APD – Kemenperin dalam upaya untuk memacu keoptimalisasi kinerja dari industri tektil dan produk tekstil (TPT) Indonesia. Dikarenakan, indudtri TPT adalah sektor manufaktur yang terdampak cukup parah akibat dari pandemi virus corona.

Baca juga : Indonesia Pemasok Sabun Terbesar di Dunia, Masuk Urutan ke Tiga

“Guna mempertahankan kinerjanya, kami mendorong industri TPT untuk melakukan diversifikasi produk dan membantu pemenuhan alat pelindung diri (APD) dan masker bagi tenaga medis, serta memproduksi masker dari kain,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (9/6).

“Gerak cepat yang dilakukan oleh industri tekstil dalam negeri, baik yang skala besar maupun rumahan, membuat banjir produksi APD seperti masker medis. Sehingga perlu dicarikan solusi untuk pemasaran, tuturnya.

Baca juga : Polisi Temukan Puluhan Sabu Milik Pasutri Saat Gerebek Vila Mewah di Kota Tasik

Apalagi, APD yang diproduksi apk idn poker industri lokal ini mampu memenuhi persyaratan medis menurut standar WHO. Bahkan, beberapa produk dalam negeri itu juga telah lulus uji ISO 16604 standar level tertinggi WHO (premium grade) yang dilakukan di lembaga uji di Amerika Serikat dan Taiwan, sehingga dapat aman digunakan oleh tenaga medis di seluruh dunia.

Adapun tiga produk baju APD berbahan baku dalam negeri dan diproduksi oleh industri nasional yang sudah mencapai standar internasional, yaitu baju APD dari PT Sritex, PT SUM dan Leading Garmen serta PT APF dan Busana Apparel, yang semuanya telah lolos uji standar ISO 16604 Class 2 bahkan lebih tinggi.

Permendag

Untuk itu, pemerintah akan mendorong ekspor APD dengan melakukan revisi Peraturan Menteri Perdagangan terkait larangan ekspor untuk merelaksasi ekspor APD dan masker, tentunya dengan mempertimbangkan terlebih dahulu pemenuhan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah ini sudah disepakati bersama oleh Menperin, Mendag, dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca juga : Dunia Otomotif Indonesia akan Diramaikan Dengan Mobil Masa Depan

Menteri AGK menambahkan, pihaknya bertekad untuk mewujudkan Indonesia siap menuju kemandirian di sektor industri yang terkait dengan bidang kesehatan. Terlebih lagi, presiden Jokowi terus mendorong pengembangan dan daya saing sektor farmasi dan alat kesehatan.

Baca juga : Aksesoris Tambahan Bakal Membuat Mobilmu Semakin Canggih, Murah Meriah!

Sehingga, Kemenperin tetap fokus untuk memacu kinerja industri yang masih. Permintaan tinggi di pasar meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19. Antaranya industri APD, alat kesehatan dan etanol, masker dan sarung tangan, farmasi dan fitofarmaka, serta industri makanan dan minuman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *