Diprediksi Banyak UMKM Indonesia Akan Bangkrut, Benarkah?

Diprediksi Banyak UMKM Indonesia Akan Bangkrut, Benarkah?

Banyak UMKM Indonesia Akan Bangkrut

Banyak UMKM Indonesia Akan Bangkrut – Menteri Koperasi dan UKM Teten Maskudi mengatakan menurut catatan dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Coperation and Development (OECD) menyebutkan hampir separuh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia akan mengalami kebangkrutan pada Desember 2020.

Baca juga : Viral, Pelaku Curanmor Diberikan Kejutan Ultah Oleh Polisi

“Catatan dari OECD mengingatkan bahwa dampaknya setelah Desember yang mereka asumsikan hampir separuh UMKM akan gulung tikar, maka kami mulai mempersiapkan diri memikirkan agenda stimulus baru nanti UMKM yang kreditnya macet dan sebagainya,” kata Teten dalam satu diskusi online dengan KoinWorks, Jumat (12/6/2020).

Meskipun begitu, Teten menyebut ada sejumlah UMKM yang justru sekarang tumbuh dengan baik apalagi UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital. Namun ia menyayangkan baru 13 persen yang terhubung ekosistem digital baru 8 jutaan, sehingga 87 persen masih offline.

Kendati begitu, Menteri Teten menanggapi hal tersebut, setidaknya secara bertahap pencapaian UMKM beralih ke digital diharapkan akan terus meningkat. Maka program prioritas pemerintah terkait transpormasi UMKM dari offline ke online akan dipercepat.

Leboh lanjut ia mengatakan bahwa saat ini banyak UMKM yang berhasil melakukan adaptasi dengan situasi baru pandemi covid-19 ini, banyak UMKM yang banting setir membuat produk-produk yang dibutuhkan market, misalnya kebutuhan makanan pokok, kebutuhan pribadi yang berkaitan dengan kesehatan, bahkan makanan siap saji.

“Mereka bisa menjual produk siap saji yang dijual belikan secara online. Melihat hal ini tentunya ada inovasi-inovasi, maka ke depan inovasi-inovasi ini penting, karena aka nada perubahan perilaku konsumen ke online. Diusakan sektor makanan dan minuman terjaga, memang tren ke depan akan menjadi penting,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan akan banyak bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk marketplace yang ada di Indonesia, dan lembaga lainnya untuk menyiapkan UMKM go digital.

Jurus dari Menkop Dorong UMKM Bersaing dengan Merek Terkenal

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki akan mengkonsolidasi brand-brand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kecil menjadi brand besar agar UMKM mampu bersaing dengan brand terkenal lainnya di marketplace.

“Kami menyiapkan beberapa langkah, karena di UMKM brand-nya belum puas sementara di market online bersaing, ini kita punya rencana untuk mengkonsolidasi brand-brand UMKM kecil yang brand-nya belum baik akan kita dorong memiliki brand bersama, sehingga penetrasi terhadap pasar akan semakin kuat, hal ini juga diterapkan oleh Jepang,” kata Teten dalam satu diskusi online dengan KoinWorks, Jumat (12/6/2020).

Karena menurutnya tidak semua UMKM punya kemampuan untuk masuk ke market online dengan mudah. Keterbatasan kapasitas produksi yang tidak memadai. Sehingga pihaknya di Kementerian Koperasi. UKM akan mendorong agar pelaku UMKM bisa memanfatkan keadaan pandemi covid-19 ini untuk go digital.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa UMKM ini merupakan mayoritas pelaku usaha di Indonesia. Sebanyak 99,9 persen di Indonesia adalah pelaku usaha UMKM. Kenapa UMKM begitu banyak? menurutnya karena sektor formal belum bekerja dengan baik sehingga banyak orang yang buka warung atau usaha sendiri.

“Kalau kita bicara menata perekonomian Indonesia, dalam pemberdayaan UMKM banyak juga. Kita harus mendorong UMKM di level ultra mikro dan mikro, serta evaluasi usaha ultra mikro dan mikro ini,” ujarnya.

Apabila dibandingkan dengan situasi usaha pada tahun 1998 memang berbeda. Tahun 1998 UMKM menjadi penyelamat ekonomi, namun saat ini narasinya berbeda justru yang terdampak UMKM baik sisi supply maupun demand.

Maka kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional memberikan perhatian besar terhadap. UMKM baik bantuan sosial, maupun insentif pajak, relaksasi kredit, dan perluasan pembiayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *