DPR RI Usir Dirut Inalum Saat Rapat

DPR RI Usir Dirut Inalum Saat Rapat

DPR RI Usir Dirut Inalum Saat Rapat

DPR RI Usir Dirut Inalum Saat Rapat – Anggota Komisi VII DPR RI, M.Nasir, terlibat perdebatan panas dengan Dirut PT Inalum (Persero) atau MIND ID, Orias Petrus Moedak. Perdebatan tersebut terjadi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR RI dan holding BUMN tambang, Selasa.

Sejak awal M.Nasir memang kerap melakukan interupsi ketika Orias Petrus Moedak menjawab pertanyaan anggota DPR yang lain. Buntutnya, politikus Partai Demokrat itu meminta bos Inalum keluar dari ruang rapat.

Perdebatan panas itu bermula ketika Orias Petrus Moedak menjelaskan mengenai refinancing terkait utang Inalum sebagai salah satu strategi pendanaan setelah mengambil alih PT Freeport Indonesia.

Refinancing dilalukan dengan cara menerbitkan obligasi global sebesar 2,5 miliar dollar atau setara Rp37,5 triliun dengan catatan kurs sebesar Rp15.000. Menurut Orias Petrus Moedak, dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang yang telah jatuh tempo sebesar 1 miliar dollar. https://368bet.win

Adapun sisanya akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Vale Indonesia. Juga membantu membayar pinjaman anak usaha holding lainnya. Ketika mendengar penjelasan Orias Petrus Moedak, M.Nasir merasa tidak puas.

Muhammad Nasir kemudian kembali bertanya kepada Orias Petrus Moedak soal skema refinancing dan jaminan atas pinjaman yang diperoleh perusahaan pelat merah tersebut. Orias Petrus Moedak menyebut tidak ada jaminannya. Pasalnya, baik pemberi pinjaman maupun Inalum percaya pinjaman tersebut dapat dilunasi.

Mendapat jawaban itu, Muhammad Nasir kembali tak puas. Ia mengaku khawatir tiga perusahaan lain akan menjadi korban. Artinya, perusahaan yang ada di holding BUMN tambang hanya akan menjadi sapi perah untuk membayar utang-utang Inalum.

Karena itu, Muhammad Nasir memberikan saran agar membentuk panitia khusus (pansus) terkait Inalum. Rapat kemudian berlanjut. Anggota DPR yang menjadi peserta rapat lainnya turut berbicara menyampaikan pendapatnya. Tapi beberapa jam kemudian, Muhammad Nasir kembali angkat bicara.

Kali ini, Muhammad Nasir mempersoalkan data-data atau bahan rapat yang dibawa oleh perusahaan BUMN yang hadir dalam RDP tersebut. Muhammad Nasir menyinggung bahan-bahan yang dibawa saat rapat tidak lengkap.

“Itu yang kami khawatirkan. Makanya kita minta data detilnya. Kalau bapak sekali lagi gini, saya suruh bapak keluar,” kata Muhammad Nasir. Mendengar ucapan anggota dewan itu, Orias Petrus Moedak tak diam. Ia menimpalinnya. “Kalau bapak suruh saya keluar, ya saya keluar,” ucap Orias Petrus Moedak.

“Iya, bapak bagus keluar, karena enggak ada gunanya bapak rapat di sini. DPR ini bukan buat main-main. Anda bukan main-main di sini,” kata Muhammad Nasir dengan nada tinggi. “Saya enggak main-main,” jawab Orias Petrus Moedak.

“Anda kalau rapat, harus lengkap bahannya. Enak betul anda di sini. Siapa yang naruh anda di sini? Percuma naruh orang kayak gini. Ngerti? Kurang ajar anda,” ujar Muhammad Nasir. “Kurang ajar anda di sini. Kalau anda enggak senang, anda keluar. Kau pikir punya saudara kau ini semua?,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *