Kenali Penyebab Sakit di Perut Sebelah Kiri, Pahami Agar Tepat Penanganan

Kenali Penyebab Sakit di Perut Sebelah Kiri, Pahami Agar Tepat Penanganan

Penyebab Sakit di Perut Sebelah Kiri

Penyebab Sakit di Perut Sebelah KiriSakit pada perut adalah salah satu alasan paling sering kenapa orang mendatangi dokter. Walaupun terdengar sepele, hal ini dapat menandakan berbagai macam masalah kesehatan. Mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perawatan medis.

Baca juga : Bunuh 2 Anak Tiri, Pria di Medan Diburu Polisi

Salah satu jenisnya adalah sakit di bagian perut kiri. Di sana terdapat berbagai organ dalam yang penting, seperti usus besar dan ovarium. Selain itu, di bagian kiri perut juga ada lambung dan ginjal. Sakit yang muncul kemungkinan besar melibatkan organ-organ tersebut.

Apakah kamu sudah bisa menebak kira-kira penyakit apa saja yang menjadi penyebabnya? Di lansir dari berbagai sumber, berikut ulasan secara lengkap mengenai beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri yang bisa kamu ketahui di bawah ini. Langsung cek yuk!

Divertikulitis

Divertikulitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Penyebab pertama yang paling umum adalah penyakit divertikulitis. Pernah mendengarnya? The American Gastroenterological Society mendefinisikan divertikulitis sebagai inflamasi pada kantung-kantung (diverticula) di dinding usus besar. Penyakit ini lebih sering menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun karena usus mereka yang sudah mulai lemah.

Divertikulitis terjadi gara-gara makanan yang belum tercerna dengan baik terjebak di dalam diverticula. Penyumbatan tersebut mengakibatkan dinding usus membengkak dan timbul sobekan. Gejala yang mengiringinya adalah mual, tidak nafsu makan, dan demam. Rasa sakit biasanya terasa saat dan setelah makan.

Gastitis

Gastritis adalah istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi peradangan pada lapisan dinding lambung. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi bakteri, penggunaan obat pereda sakit, atau bahkan terlalu banyak minum minuman beralkohol.

Dilansir dari Mayo Clinic, gejalanya meliputi mual, muntah, perut terasa penuh, dan rasa nyeri hingga terbakar di bagian lambung. Penderita gastritis disarankan untuk mendapatkan perawatan medis ketika gejala sudah dirasakan lebih dari seminggu.

Penyakit Celiac

Penyakit celiac adalah kondisi kronis organ pencernaan yang terjadi karena seseorang tidak dapat mencerna gluten. Sebenarnya ini tergolong dalam penyakit autoimun.

Ketika mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan merusak lapisan dalam usus halus sehingga tubuh kesulitan menyerap nutrisi.

Itulah kenapa gejala yang mengiringinya adalah naiknya asam lambung, kembung, diare, penurunan berat badan, dan tubuh terasa lelah. Pasien juga akan merasakan sakit di bagian kiri hingga tengah, tempat usus halus berada.

Obstruksi Usus

Obstruksi usus adalah penyumbatan total atau parsial yang terjadi pada usus halus dan usus besar. Penyebabnya dapat berupa perekatan jaringan akibat operasi, radang usus, hernia, kanker, dan tumor.

Biasanya gejala dari obstruksi usus meliputi konstipasi, muntah, sulit kentut, pembengkakan, hingga kram perut yang datang dan pergi. Jika tidak ditangani dengan segera, kondisi ini dapat menyebabkan masalah yang serius.

Ternyata sakit perut di bagian kiri tidak hanya disebabkan oleh organ pencernaan saja. Shingles atau herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus penyebab cacar air.

Sering kali ruam muncul di bagian perut dan menyebabkan rasa sakit ketika disentuh. Bahkan terkadang sakit muncul tanpa adanya ruam. Dilansir dari Health Line, gejalanya meliputi rasa terbakar, sensitif, gatal, dan ruam yang menjadi luka.

Gas Diorgan Pencernaan

Gas di dalam organ pencernaan biasanya berasal dari udara yang masuk ke mulut serta proses natural ketika mencerna makanan. Banyaknya gas di dalam perut biasanya bukanlah masalah yang serius.

Rasa sakit hanya terjadi sementara hingga udara keluar dari rektum atau usus halus. Namun kondisi ini memang bisa menyebabkan tubuh terasa tidak nyaman.

Mayo Clinic menyebutkan penyebab lain dari menumpuknya gas di dalam perut adalah asap rokok, terlalu banyak makan, mengunyah permen karet, serta bakteri.

Kondisi ini dapat menjadi masalah yang serius ketika ada gejala lain yang mengikuti. Di antaranya adalah penurunan berat badan, konstipasi, diare, dan dada terasa terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *