Mengabarkan Berita Buruk Kesehatan Pada Seseorang

Mengabarkan Berita Buruk Kesehatan Pada Seseorang

Memberitahukan kabar baik tentu bisa melakukan siapa pun dengan mudah. Maka tidak ada beban, yang ada justru rasa bahagia dan ketidaksabaran untuk menyampaikannya. Menurut http://asensioexposed.com/ untuk kabar buruk, kamu harus memikirkan cara terbaik untuk Mengabarkan Berita Buruk Kesehatan Pada Seseorang.

Mengabarkan Berita Buruk Kesehatan Pada Seseorang

Langsung memberitahukan apa yang terjadi sekiranya dia cukup siap

Melansir dari http://94.237.70.162/, orangtua sepupumu sudah lama sakit keras dan beberapa minggu ini dirawat di rumah sakit. Pada saat beliau berpulang, sepupumu kebetulan sedang di luar. Kamu yang menggantikannya berjaga di rumah sakit. Dengan kondisi begini, dia pasti sudah siap akan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi pada orangtuanya. Rasa terkejut akan tetap ada.

Tidak langsung Bilang Tetapi Memberikan Petunjuk

Sekalipun kondisinya sama seperti dalam poin pertama, orangtua saudaramu sudah lama sakit, mungkin kamu tetap sulit untuk langsung mengatakannya. Bila seperti ini, kamu bisa memilih cara yang lebih halus. Kamu bisa meneleponnya atau menjemputnya.

Namnun tidak mengatakan apa-apa langsung melihat apa yang terjadi

Misalnya, temanmu kecelakaan. Kamu harus segera memberi tahu pasangannya. Sayangnya, kamu gak terlalu mengenalnya sehingga gak tahu kira-kira akan seperti apa reaksinya nanti. Apakah dia bisa cukup tenang atau justru panik sekali Atau malah pingsan Kamu juga sedang sangat tergesa-gesa sehingga kesulitan menemukan kalimat yang tepat.

Memberitahukan melalui orang terdekatnya

Ketidakdekatanmu dengan seseorang memang bisa membuatmu gak enak banget saat hendak menyampaikan kabar buruk. Nah, jika kamu mengenal orang lain yang lebih dekat dengannya seperti sahabat atau saudaranya, kamu bisa meminta tolong padanya. Tentu kamu harus tetap siap bila dia butuh menanyakan sesuatu padamu untuk meyakinkannya akan apa yang telah terjadi.

Memberitahukan secara tertulis

Bukan gak ada alasannya bila pemberhentian kerja sering dilakukan secara tertulis alias dengan surat. Selain sebagai penegasan resmi dari kantor, juga mempertimbangkan reaksi orang setelah membacanya. Membaca lebih membutuhkan waktu daripada mendengar. Saat membaca, orang harus lebih berkonsentrasi biar gak gagal paham.