Miris 2 Pembunuhan Brutal di Prancis

Miris 2 Pembunuhan Brutal di Prancis

Miris 2 Pembunuhan Brutal di Prancis

Miris 2 Pembunuhan Brutal di Prancis – Dua kasus pembunuhan brutal terjadi di Prancis. Kasus pertama pemenggalan seorang pria di pinggiran kota Paris dan yang kedua penusukan di kota Nice.
Serangan pemenggalan terhadap pria di Paris itu terjadi pada Jumat (16/10) waktu setempat. Serangan terjadi sekitar pukul 5 sore di dekat sebuah sekolah di Conflans Saint-Honorine, pinggiran barat Ibu Kota Prancis.

Jaksa penuntut mengatakan mereka memperlakukan insiden ini sebagai “pembunuhan yang terkait dengan organisasi teroris,”

Setibanya polisi di lokasi kejadian, mereka menemukan seorang yang tewas, sekitar 200 meter dari tersangka penyerangan. Polisi melihat tersangka penyerangan bersenjatakan senjata seperti pisau.

Polisi kemudian melepaskan tembakan dan tersangka mengalami luka parah. Ternyata korban merupakan seorang guru sejarah di Prancis yang baru-baru ini memperlihatkan kartun Nabi Muhammad SAW di kelasnya. Nama sang guru itu Samuel Paty.

Pembunuhan Brutal Terjadi Pada Dua Kota Di Perancis

Pelaku meninggal dunia karena luka parah akibat penembakan. Penyerang juga disebut meneriakkan ‘Allahu Akbar’ saat berhadapan dengan polisi. Polisi menyebut seruan itu sering diucapkan dalam serangan jihadis.

Pelaku sebut sebagai seorang remaja berusia 18 tahun yang lahirĀ  Moskow dan berasal dari wilayah Chechnya, Rusia. Demikian ungkapkan sumber pengadilan seperti melansir dari http://162.241.119.31/

Dalam kasus ini, sembilan orang tangkap. Para penyelidik mencoba untuk memastikan apakah penyerang, yang tembak mati oleh polisi, bertindak sendiri atau memiliki kaki tangan.

Empat siswa sekolah termasuk antara 15 orang yang tahan Prancis setelah Paty penggal. Tahanan lain mencakup empat anggota keluarga si pembunuh, seorang orang tua murid i sekolah, dan seorang radikal Islam yang terkenal.

Samuel Paty, seorang guru sejarah Prancis yang tewas penggal oleh seorang pemuda berusia 18 tahun, akan mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah Prancis.

Seperti melansir dari http://asensioexposed.com/, Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer, menuturkan kepada televisi setempat BFM TV, bahwa penghargaan tertinggi pada Prancis, yakni Legion d’Honneur, akan diberikan kepada Paty secara anumerta.

Blanquer juga mengumumkan bahwa Paty akan beri tanda jasa ‘Ordre des Plames academiques’ yang merupakan penghargaan khusus untuk akademisi Prancis.

Selang sepekan insiden penusukan terjadi pada sebuah gereja pada Kota Nice. Tiga orang tewas dan beberapa orang lain terluka. Salah satu korabn terlaporkan tewas penggal.

Pembunuhan itu terjadi pada pukul 09.00 Kamis (29/10) waktu setempat dalam gereja basilika Notre-Dame pada pusat kota Nice. Penyerang telah ditangkap polisi.