Otak Penyerangan Doa Nikah Ditangkap di Rumah Terduga Teroris

Otak Penyerangan Doa Nikah Ditangkap di Rumah Terduga Teroris

Otak Penyerangan Doa Nikah Ditangkap di Rumah Terduga Teroris

Otak Penyerangan Doa Nikah Ditangkap di Rumah Terduga Teroris – Memang yang bersangkutan (R) tangkap rumah salah satu terduga teroris saat ada upaya paksa penangkapan oleh Densus 88,” kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak saat jumpa pers Mapolresta Solo, Manahan, Kamis (1/10/2020).

Melansir dari http://asensioexposed.com/ R ikut tangkap saat Densus 88 Antiteror menangkao seorang terduga teroris Jepara, Rabu (30/9). Saat penangkapan terduga teroris itu, R ternyata masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus penyerangan acara Habib Umar Assegaf.
Ade Safri mengaku belum mengetahui kaitan R dengan jaringan teroris. Ia menyebut kasus ini tangani Densus 88.

“Kaitannya (jaringan teroris) kami belum tahu. Itu ranahnya Densus 88. Sementara kapasitasnya terkait kasus intoleran Solo,” jelasnya kepada https://jeoleuro.com/

Ia pun menyebut R berperan sebagai tersangka kasus penyerangan acara doa nikah putri Habib Umar Assegaf. R ketahui merupakan orang yang pertama kali melakukan survei kegiatan Mertodranan lalu mengajak rekan-rekannya mendatangi acara Habib Umar Assegaf itu.

“Salah satu pelaku adalah otak aksi penyerangan, yaitu pelaku inisial R,” ungkapnya.

Pelaku Penyerangan Akhirnya Tertangkap

Selain menangkap R, polisi juga menangkap T pada Senin (28/9) lalu. T duga berperan melakukan perusakan dengan cara melempari batu.

Saat ini total ada 12 orang tersangka kasus penyerangan acara doa jelang pernikahan putri Habib Umar Assegaf. Polisi masih mencari lima orang DPO yang merupakan hasil pengembangan terbaru, yakni inisial S, C, B, W, dan H.

Diberitakan sebelumnya, massa menyerang acara doa menjelang pernikahan anak Habib Umar Assegaf pada Sabtu (8/8) petang. Tiga orang terluka dalam kejadian ini, salah seorang antaranya Habib Umar Assegaf. Ia sempat rawat rumah sakit sehingga batal menjadi wali nikah putrinya yang gelar pada Minggu (9/8).

Rumah pria berinisial F Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus, Jawa Tengah geledah tim Densus 88. Penggeledahan itu merupakan tindaklanjut dari penangkapan F Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Pantauan detikcom, rumah F yang terletak RT 4 RW 1 Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus terlihat sepi, Kamis (1/10/2020). Keadaan rumah bercat biru itu juga tampak tertutup.

Ketua RW 1 Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Bambang Gustiwarso membenarkan adanya laporan soal warganya yang tertangkap Rembang. Bambang menyebut warganya yang tangkap itu terkait dengan dugaan kasus terorisme.