Pasangan LDR Mudah Cemas Selama Pandemi COVID-19

Pasangan LDR Mudah Cemas Selama Pandemi COVID-19

Pasangan LDR Mudah Cemas Selama Pandemi COVID-19

Pasangan LDR Mudah Cemas Selama Pandemi COVID-19 – Saat menjalin sebuah hubungan, tak banyak pasangan yang mampu untuk menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship). Kurangnya intensitas bertemu menjadi salah satu faktor penyebab pasangan enggan LDR-an.

Tapi, mewabahnya pandemi COVID-19 dan aturan physical distancing menuntut sebagian pasangan untuk menjalani hubungan LDR sementara waktu biar angka penyebaran virus Corona mengalami penurunan.

Meski harus berjauhan dan menahan rindu dalam waktu cukup lama, ternyata menjalin pola hubungan LDR ada manfaatnya juga, lho, terutama buat pasangan yang baru saja menjalaninya.

Menjalani hubungan jarak jauh tidak mudah, makin berat lagi ketika terjadi pandemi COVID-19. Rasa kesal dan cemas kerap menghantui pasangan yang beda provinsi atau pulau bahkan benua karena sulit bertemu.

Tidak ada yang tahu kapan pandemi COVID-19 selesai. Ketidakpastian ini yang membuat banyak orang merasa sulit melaluinya, terlebih pada pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh seperti disampaikan konselor hubungan dari Penney Murphy and Associates, Marcie Dupuis.

Jarak jauh membentang antara Anda dan si Dia tapi sulit untuk bertemu menimbulkan rasa kesal. Tak heran bila kerap timbul percekcokan dalam hubungan.

“Orang yang menjalani hubungan jarak jauh kerap cemas, cemburu yang akan mengarah ke rasa marah karena jarak yang berjauhan,” kata Dupuis.

Sabar adalah kunci ketika menghadapi pasangan yang rasa-rasanya mengalami perubahan sikap.

“Buatlah diri lebih sabar, dan sabarlah juga kepada pasnagan jika Anda dan atau dia menunjukkan perilaku tidak biasa, ini karena berada dalam situasi yang tidak normal,” tutur Dupuis seperti melansir Global News.

Kunci: Komunikasi

Selain sabar, kunci dalam menghadapi hubungan jarak jauh adalah komunikasi. Lewat teknologi yang sudah ada, Anda dan dia bisa menelepon atau berkirim pesan.

Bicarakan mengenai harapan serta ekspektasi dalam menjalani hubungan jarak jauh di saat ini.Dupuis mencontohkan, dengan komunikasi yang baik, Anda dan dia bisa saling menelepon di waktu-waktu tertentu. Lalu, merencanakan ‘nonton bareng’ sebuah film.

“Jika tidak membicarakan mengenai harapan masing-masing, hubungan bakal penuh dengan argumen,” tutur Dupuis.

Hubungan LDR buat beberapa orang mungkin tampak biasa, tapi tidak bagi sebagian orang yang baru menjalaninya. Ini tentu menjadi tantangan yang cukup rumit, terlebih soal komunikasi. Saat jarak harus berjauhan dan tak bisa berjumpa sesering mungkin, komunikasi layar kaca menjadi penyelamat hubungan biar tetap harmonis.

Di kondisi seperti inilah, kamu dan pasangan bisa melatih diri lebih sabar dalam berkomunikasi. Apalagi jika sinyal ponsel nggak karuan, miskomunikasI mungkin saja terjadi. Peran dirimu atau pasangan dalam meredam amarah menjadi kunci penting agar hubungan LDR ini tak kacau balau.

Justru, LDR di tengah pandemi dapat menjadi ajang untuk kamu dan pasangan saling mengingatkan akan kesehatan serta lebih mengendalikan emosi.