Pembukaan Bioskop di Jakarta Ditunda Lagi

Pembukaan Bioskop di Jakarta Ditunda Lagi

Pembukaan Bioskop di Jakarta Ditunda Lagi

Pembukaan Bioskop di Jakarta Ditunda Lagi – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) memutuskan menunda pembukaan bioskop di ibu kota. Hasrat masyarakat ibu kota untuk menyasikan kembaliĀ  film layar lebar di bioskop harus tertunda kembali. Sebab, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunda pembukaan bioskop.

“Iya betul (ditunda) karena kondisi COVID-19 di Jakarta lagi gak kondusif, kalau keadaannya tidak memungkinkan kita tidak bisa buka dulu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Kamis.

1. Pemprov DKI Jakarta sudah izinkan bioskop beroperasi sejak 6 Juli 2020

Sebelumnya, Disparekraf telah mengizinkan bioskop di Jakarta beroperasi kembali mulai 6 Juli 2020 melalui SK Disparekraf 140/2020. Meski sudah diizinkan, pengelola bioskop di Jakarta belum tentu bisa beroperasi.

“Kan mereka persiapan juga. Maksudnya filmnya mesti dicari stoknya dulu, hal teknis lah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia saat dihubungi, Selasa 7 Juli 2020.

2. Sejumlah protokol kesehatan di bioskop sudah disiapkan

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafrudin, sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan ketika bioskop kembali beroperasi di new normal atau normal baru nanti.

Djonny mengungkapkan, bioskop tidak akan langsung membuka seluruh studio untuk penayangan film. Namun kebijakan tersebut akan terus dievaluasi seiring perkembangan waktu.

“Seumpama buka empat layar, tidak akan dibuka empat-empatnya. Buka dua layar dulu. Kita lihat pertumbuhannya. Kalau empat, kan cost operational berat. Satu layar kalau tidak ada penonton tetap yang bayar kita. Listriknya dan sebagainya. Jadi jangan ambil risiko tinggi, jadi buka dua dulu,” jelas dia.

3. Pembelian tiket tetap bisa offline

Terkait pembelian tiket, nantinya pihak bioskop tetap akan melayani secara offline meski mengaturnya dengan penerapan protokol kesehatan. “Kan dibatasi, jarak-jarak,” kata dia.

Beberapa hal standar akan dilakukan pengelola bioskop, sebelum mengizinkan pengunjung masuk membeli tiket. Ia pun menyebut sejumlah hal yang akan diberlakukan terkait protokol kesehatan.

“Sebelum pertunjukkan disemprot (disinfektan). Sudah selesai semprot lagi. Thermal gun juga ada. Kalau gak, ya gak boleh buka lagi,” ucap dia.