Pendapatan Anjlok Karena Corona, Garuda Indonesia pecat sejumlah pilot

Pendapatan Anjlok Karena Corona, Garuda Indonesia pecat sejumlah pilot

Pendapatan Anjlok Karena Corona, Garuda Indonesia pecat sejumlah pilot

Garuda untuk mengalihkan 737 Max pesanan ke pesawat Boeing lainnya - Nikkei ...

Pendapatan Anjlok Karena Corona, Garuda Indonesia pecat sejumlah pilot – Dampak dari pandemi global virus corona kini semakin terasa. Maskapai penerbangan pun menjadi salah satu yang dikirim imbasnya. Bagaimana tidak Pasalnya, semakin meningkat jumlah penumpang yang tentu saja membuat perusahaan merugi. 

Hingga pada akhirnya, kontribusi pegawai pun harus dihitung.

Beredar informasi bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pilotnya.

Menanggapi informasi itu, manajemen Garuda Indonesia memberikan penjelasan terkait keputusan PHK terhadap pilot. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membenarkan keberadaan PHK yang dilakukan menyetujui terhadap pilot.

Pilot memutuskan untuk menyelesaikan kontrak kerja pilot. 

“Pada saat menentukan kebijakan yang berlaku di Indonesia, Garuda Indonesia mengajukan permohonan kontrak kerja awal dengan status penugasan dalam hubungan kemitraan waktu tertentu,” katanya.

Lebih lanjut Irfan menerima, menerima plat merah tersebut dan menerima pembayaran sesuai dengan yang disepakati. 

Supir Truk, Anis Baswe dan Supir Pesawat | Guratan Mok-Mok

Langkah yang diambil merespons anjloknya jumlah yang dikeluarkan selama masa pandemi Covid-19.

“Terkait kebijakan ini dilakukan sebagai langkah perbaikan yang perlu dilakukan dalam menyelaraskan pasokan dan permintaan operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19,” tuturnya.

Irfan memastikan pihaknya sudah melakukan berbagai pertimbangan sebelum memutuskan untuk mengambil langkah tersebut. 

Selain itu, dia juga mengakui PHK terhadap jumlah pilot yang dianggap sulit. 

Di sisi lain manajemen Garuda Indonesia beralasan kebijakan PHK terhadap para pilot yang diperlukan perusahaan untuk meredam tekanan yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona. 

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, pihaknya memutuskan melepaskan

Mengenai kontrak kerja pilot mereka yang bekerja dengan status hubungan kerja waktu tertentu demi menyelaraskan persetujuan dan permintaan (penawaran dan permintaan) operasi penerbangan yang terdampak besar oleh pandemi Covid-19.  Melalui persetujuan kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku. 

Seperti diketahui, semasa pandemi Covid-19, operasi penerbangan dilakukan sangat terbatas, sehingga frekuensi terbang pesawat sangat rendah.

Irfan sendiri tidak menjelaskan berapa banyak pilot yang menyelesaikan percepatan penyelesaian masa

kontrak kerja. 

Irfan menambahkan kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang dirilis dengan tetap memperhatikan hak-hak dari pegawai yang kontraknya disetujui lebih awal. 

”Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional Perusahaan akan terus memperbaiki dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat sulit bagi industri saat ini, ”ujar Direktur Utama Garuda Indonesia itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *