Pengadilan Tinggi Spanyol Buka Tuduhan Kasus Kriminal Brahim Ghali

Pengadilan Tinggi Spanyol Buka Tuduhan Kasus Kriminal Brahim Ghali – Pengadilan Tinggi Spanyol memutuskan untuk membuka kembali kasus kejahatan yang di duga di lakukan pemimpin Polisario Brahim Ghali. Sebelumnya pemimpin Front Polisario tersebut sedang di rawat di Spanyol sejak pertengahan April lalu setelah terinfeksi COVID-19.

Polisario Leader Brahim Ghali to Appear Before Spanish Court

 

Pembukaan investigasi ini di lakukan di tengah krisis imigrasi di Ceuta setelah masuknya ribuan imigran dari Maroko di wilayah terluar Spanyol tersebut hanya dalam kurun waktu dua hari.

1. Kembali membuka kasus yang di tuduhkan pada Brahim Ghali

Mengutip dari http://asensioexposed.com/ Pada hari Selasa (18/05/2021), kepala Pengadilan Tinggi Spanyol Santiago Pedraz membuka kembali kasus kejahatan yang di tuduhkan pada pemimpin Polisario Brahim Ghali.

Di bukanya kembali persidangan terkait kasus ini menyusul permintaan dari Asosiasi Perlindungan HAM Sahrawi (ASADEH).

2. Di tuding melakukan pelanggaran HAM

Kasus persidangan yang kembali di buka Pengadilan Tinggi Spanyol ini sebelumnya sudah di ajukan sejak 2017 oleh ASADEH. Sementara itu, tindak kriminal yang di tuduhkan pada 28 orang termasuk Brahim Ghali berkaitan dengan genosida, pembunuhan, kekerasan, terorisme. Penahanan ilegal dan hilangnya sejumlah orang, di lansir dari La Razon.

Selain mengenai pelanggaran HAM ini, terdapat pula tudingan pada Ghali pada Agustus tahun lalu dari seorang blogger berkewarganergaraan Spanyol asal Sahrawi bernama Fadel Mihdi Breica.

3. Memperburuk hubungan Spanyol dan Maroko

Melansir dari bobsledsong.com Perawatan pemimpin Polisario Brahim Ghali di Spanyol menjadi momen terburuk hubungan di plomatik Spanyol dan Maroko. Bahkan kedatangan Ghali ke Spanyol sejak sebulan lalu juga menggunakan identitas palsu berpaspor Aljazair. Tetapi pihak Spanyol tetap menerimanya dengan alasan kemanusiaan, di lansir Publico.

Masuknya imigran ini di duga sebagai bentuk protes dari Maroko kepada Spanyol yang selama ini ikut menjaga perbatasan dari gelombang imigran menuju ke wilayahnya.