Pengembangan Perusahaan Nissan di Indonesia

pengembangan-perusahaan-nissan-di-indonesia

Nissan di indonesia

Pengembangan Perusahaan Nissan di Indonesia – Nissan jadi salah satu merek mobil yang wara-wiri di jalan dunia. Mulanya pendiri Nissan adalah sosok darah bangsawan yang memulai karir menjadi mekanik.
“Berani melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain,” begitu keyakinan utama Yoshihuke Aikawa.

Yoshisuke Aikawa, merupakan pria yang lahir di desa Ouuchi (sekarang merupakan kota Yamaguchi) di Prefektur Yamaguchi pada 6 November 1880.

Ia sejatinya merupakan seorang keturunan bangsawan: Ayahnya adalah kepala Keluarga Aikawa ke-10, seorang penguasa lokal yang melayani klan Choshu, dan Ibunya adalah keponakan dari Kaoru Inoue, tokoh sentral dalam klan Choshu yang kuat.

Tapi meski berlatar belakang keluarga yang kuat, Aikawa bisa memilih apa saja yang dia sukai untuk profesinya. Saat mengikuti program pascasarjana, ia memutuskan untuk bekerja sebagai mekanik, menerima hanya 45 sen per hari di Shibaura Seisakusho (sekarang Toshiba). Di mana ia bekerja tanpa mengungkapkan identitas dan latar belakang akademiknya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memberlakukan ganjil genap

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi memberlakukan persetujuan lengkap yang dikumpulkan melalui ganjil genap untuk mobil pribadi. Seperti yang dimiliki, ada yang diberikan untuk beberapa kendaraan. Salah satunya adalah pembebasan untuk kendaraan yang digerakkan motor listrik alias mobil listrik. Hal ini merupakan salah satu bentuk guna menanggulangi masalah mobilitas listrik di Indonesia, yang disetujui oleh Perpres Nomor 55 tentang percepatan kendaraan listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tidak cukup hanya dengan itu (pembebasan ganjil genap), masih banyak harusnya yang bisa dikembangkan lagi untuk mendukung mendorong peralihan ke kendaraan listrik,” ucap Sekiguchi kepada wartawan di Karawang, Jawa Barat.

Sekiguchi mengatakan, pihak berwenang yang terkait dan pihak pihak yang berkepentingan akan melakukan diskusi bersama dengan para pabrikan otomotif yang akan memasarkan mobil listrik di Tanah Air. Dia meminta juga agar pemerintah melakukan bencmark dengan negara lain

Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia Eiichi Koito mengatakan nissan telah menjalin hubungan kerja sama dengan Mitsubishi untuk mendorong kemajuan dua brand ini. Ia mengatakan pada tahap awal ini keduanya akan fokus pada penyiapan resources. “Pada tahap awal kami belum sampai ke produk. Kami masih fokus pada penyiapan resources dan logistik dulu.

Kolaborasi sebelumnya Toyota dan Daihatsu mampu mengeluarkan produk bersama yaitu Avanza dan Semua. Apalagi Mitsubishi kini memiliki produk yang fenomenal Xpander yang menuai banyak indener. “Kami belum sampai ke produk dulu,” ujar Koito.

Tekadnya untuk masuk ke industri manufaktur dimulai saat dia hampir mengalami sakit parah saat di universitas. Hal ini membentuk keinginannya untuk terlibat dalam pekerjaan yang memberinya rasa hidup dan yang pada akhirnya menuntunnya untuk bekerja di bidang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *