Perusahaan di Turki Telah Melakukan Transaksi Menggunakan Yuan China

Perusahaan di Turki Telah Melakukan Transaksi Menggunakan Yuan China

Transaksi Menggunakan Yuan China

Transaksi Menggunakan Yuan ChinaBank Sentral yang berasal dari Turki menyatakan bahwa pihaknya saat telah menggunakan fasilitas pendana dari yuan China untuk pertamakalinya dalam sejrah. Penggunaan fasilitas ini berdasarkan perjanjian swap yang telah ditandatangani sebelumnya dengan Bank Sentral China.

Baca juga : Terlampau Rendah, Rasio Perpajakan Indonesia Disebut Mirip Uganda

Dalam transaksi ini, Perusahaan Turki dari berbagai sektor akan membayar tagihan impor dari China menggunakan mata uang yuan. Langkah penggunaan yuan ini untuk memperkuat kerja sama antara Turki dengan China.

“Pemanfaatan perjanjian swap tersebut sangat penting dalam hal memfasilitasi penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran perdagangan internasional dan akses mudah perusahaan Turki ke likuiditas internasional,” jelas pejabat Bank Sentral Turki, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.

Perjanjian swap ini ditandatangani antara Bank Sentral Turki dan Bank Sentral China pada tahun 2019. Dalam kesepakatan ini, bank-bank komersial di Turki akan menambah produk yang berkaitan dengan perdagangan dan keuangan berdasarkan dengan perjanjian swap tersebut.

Cadangan Devisa

Cadangan devisa Turki terus mengalami penurunan untuk melakukan intervensi guna menjaga nilai tukar lira. Tentu saja jika hal ini terus dilakukan maka membuat kekuatan moneter negara dalam tekanan.

Dikutip dari Reuters, pada bulan Mei lalu Bank Sentral Turki melakukan upaya untuk membangun kerja sama swap dengan bank sentral Inggris dan Jepang dan memperluas jalur swap yang telah dibangun dengan Qatar dan China.

PLN Kembali Sebarkan Anggotanya

PT PLN (Persero) memastikan seluruh petugas pencatat meter akan melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah pelanggan pascabayar. Pencatatan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik di rekening bulan Juli nanti.

Pembacaan meter dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

“Akhir bulan Juni ini, Kami memastikan seluruh petugas mencatat ke rumah pelanggan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan.” ungkap Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, Agung Murdifi seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (21/6/2020).

Selain itu demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan Lapor stand meter mandiri (Baca Meter Mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123, pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik.

“Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kwh meter dan kami nyatakan valid. Akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter PLN mengunjungi rumah pelanggan.” Ujar Agung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *