Polisi Sebut Penyerangan Nus Kei

Polisi Sebut Penyerangan Nus Kei

Polisi Sebut Penyerangan Nus Kei

Polisi Sebut Penyerangan Nus Kei – Dari kelompok John Kei, Polisi mengatakan ada 47 orang yang terlibat dalam  aksi penyerangan terhadap kelompok Nus Kei. Aksi penyerangan itu diketahui dilakukan di dua lokasi yakni di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu.

“Lebih kurang ada 47 tersangka yang terlibat dan terkait dengan kegiatan perencanaan pembunuhan dan pemufakatan jahat di dua TKP Kosambi dan di Perumahan,” kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak, kepada wartawan, Selasa.

Calvijn menyebut, empat senjata itu berjenis baretta, ayamo, air softgun, dan rakitan. Pengguna dan pemiliknya pun kini sudah ditangkap petugas.

“Pelaku yang menggunakan senpi di mobil Cayla ada dua pelaku, di TKP perumahan Tangerang Kota. Yaitu pemilik senpi WL dan satu lagi oleh AY. Dua pelaku ini merupakan orang yang ada di mobil Cayla putih, yang terakhir keluar dari perumahan,” jelas dia.

Disampaikan Calvijn, sejauh ini pihaknya telah berhasil menangkap 39 tersangka, termasuk John Kei. Dengan demikian, lanjutnya, pihaknya masih memburu delapan anak buah John Kei lainnya yang saat ini masih menjadi buronan.

“Ini akan bisa berkembang terus tersangkanya berdasarkan tersangka-tersangka baru yang kita dapat,” ujar Calvijn. Aksi  penyerangan yang terjadi pada Minggu itu diketahui dilatar belakangi oleh masalah pribadi antara John Kei dan Nus Kei terkait penjualan tanah di Ambon, Maluku.

Buron 8 Orang

“Total semua yang kita tahan 39 orang. Awal ada lima DPO dan setelah pengembangan bertambah jadi delapan DPO,” tutur Yusri Yunus. Untuk 39 tersangka yang ditangkap petugas, lanjut Yusri, empat orang di antaranya menyerahkan diri. Sementara dua orang lagi terkait John Kei ini diamankan dengan kasus berbeda yakni kepemilikan senjata api.

“Yang dua ini LP-nya terpisah,” jelas Yusri. Berdasarkan pengembangan keterangan para tersangka dan saksi, dua orang berinisial M dan TH itu nyatanya tidak ikut melakukan penyerangan di dua lokasi tersebut. “Saat penggeledahan di kediaman JR, kita temukan senjata api jenis barreta. Tapi hasil pemeriksaan JR, senjata api ini ternyata milik M. Kedua, kita mengamankan lagi TH.

Memang sama dengan JR, ada informasi yang bersangkutan ikut saat itu. Tapi saat konfrontir, dia tidak ada di tempat. Saat penggeledahan di tempatnya ada senjata air soft gun,” Yusri menandaskan soal kasus kelompok John Kei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *