PSBB dan Masa Depan Jakarta

PSBB

PSBB dan Masa Depan Jakarta

PSBB dan Masa Depan Jakarta,-  Jum’at, 10 April 2020, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berlaku. Dan DKI Jakarta merupakan daerah pertama, yang mendapatkan izin dari Menkes untuk memberlakukan PSBB.

Pada dasarnya, dari sejak tiga pekan yang lalu, Anies sudah memberlakukan PSBB. Meliburkan sekolah, menutup tempat wisata, masyarakat diminta menjaga jarak, dan pembatasan transportasi publik.

Sejak merebaknya Virus Corona di Jakarta pada maret lalu, Anies dari awal ingin melakukan kebijakan lockdown. Anies tahu persis, jumlah yang meninggal dunia di Jakarta tahun ini, lebih tinggi dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Pemprov DKI Gandeng TNI-Polri Tindak Tegas Warga Tak Patuhi Aturan ...

Pada maret 2020, orang yang dikubur di Jakarta sebanyak 4.377. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat, dari tahun 2018 sebanyak 2.774 dan tahun 2019 sebanyak 2.745. Lonjakan kematian pada maret tersebut, diduga karena Corona.

Baca Juga : Alasan Pemerintah Batal Buka Pendaftaran Pra Kerja Hari Ini

Lockdown dilakukan agar penyebaran Virus Corona tidak kemana-mana. Tidak menyebar di Jakarta dan tidak juga menyebar ke daerah lain. Jakarta merupakan episentrum Virus Corona, jadi Jakarta harus dikunci. Dan pergerakan manusia harus dibatasi Daftar Idn Poker 77.

Terbukti, ketika Jakarta tidak di lockdown, penyebaran Covid-19 menyasar ke seluruh wilayah tanah air. Daerah yang berbatasan dengan Jakarta, seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi pun terkena dampaknya. Daerah penyangga ibu kota itu pun, mendapatkan label zona merah. Zona merah Corona.

Jika dari awal Jakarta di lockdown, maka penyebaran Virus Corona bisa diminimalisir. Kebijakan pusat yang plintat-plintut, terkadang menganulir kebijakannya sendiri, juga lambat dalam mengambil keputusan, telah membuat ribuan rakyat terpapar Virus Corona. Dan ratusan meninggal dunia.

PSBB Hanya Membatasi Aktivitas Tertentu di Wilayah Terduga ...

Kenapa PSBB Baru Dilakukan ?

Sebenarnya Anies sudah melakukan PSBB sejak tiga pekan yang lalu. Kenapa izin dari pusat juga lambat. Kenapa pusat tak mau melakukan lockdown bagi daerah. Mungkin pusat sudah tak punya tenaga untuk memerangi Corona, makanya PSBB diberlakukan atas beban dan anggaran daerah.

Himbauan masyarakat, untuk menggunakan masker juga datang terlambat. Selama ini kemana peran negara. Peran pemerintah. Sehingga lupa untuk mengingatkan warganya menggunakan masker.

Disaat sudah banyak masyarakat yang terinfeksi Virus Corona dan meninggal dunia. Penggunaan masker baru diumumkan. Rakyat seolah-olah tak punya pemerintah. Negara seolah-olah tak hadir dalam melindunginya.

Rakyat dibiarkan mencari masker yang harganya sudah membumbung. Rakyat dibiarkan mencari hand sanitizer yang harganya sudah melangit. Disaat rakyat terjepit, harga-harga bahan pokok juga sangat menghimpit.

Saya setuju dengan tulisan Dahlan Iskan, dimana rakyat harus move on. Bergerak dengan lebih cerdas dan kreatif. Tak bisa dengan menyebarnya Virus Corona, lalu kita kalah. Kita harus bangkit dengan sedikit lebih kreatif dan antisipatif.

Saya melihat geliat masyarakat juga sudah mulai bangkit. Jika dalam dua minggu yang lalu, masyarakat banyak yang di dalam rumah, maka diminggu ketiga penyebaran Corona ini, masyarakat sudah mulai beraktivitas kembali. Tetap menggunakan masker dan tetap harus jaga jarak.

Jalanan-jalan di Kota Depok tempat saya tinggal, juga sudah ramai dengan aktivitas masyarakat, toko-toko yang tutup, sudah mulai buka kembali. Toko kelontong, penjual jus, dan tukang ketoprak pun sudah mangkal di tempatnya masing-masing.

Tinggal di rumah, saat Corona mengincar, memang sebagai suatu keharusan. Dan kita taat dan patuh untuk tinggal di rumah.

Hingga saat ini pun, saya dan keluarga tak kemana-mana. Tinggal di rumah saja. Work from home. Sambil urus anak-anak, dari mulai memandikan, menyuapi, dan mengajak belajar. Bantu istri, cuci piring, menyapu lantai, dan menjemur pakaian. Bersih-bersih rumah, menulis artikel, dan mengajar online mahasiswa.

Tinggal di rumah bagi saya sangat menyenangkan. Banyak aktivitas produktif bisa dilakukan. Dan saya ini tipe, orang yang suka keluar rumah, jalan-jalan keliling Indonesia dan dunia. Ketika tinggal di rumah, rasanya sungguh indah dan nikmat.

Namun bagi kebanyakan orang, tinggal di rumah juga bisa menjadi penyakit. Dari mulai tak punya duit. Muncul penyakit psikis yang diakibatkan karena bosan tinggal di rumah. Beberapa teman menelepon saya, juga sedang dalam keadaan sakit, karena stres tak keluar rumah.

PSBB harus kita taati. Saya yang bekerja di Jakarta pun, sudah tiga pekan tidak ke kantor. Masyarakat Jakarta pun harus patuh dengan kebijakan Anies. Jika tidak patuh, maka korban jiwa akan banyak berjatuhan.

Jangan sampai seperti di Amerika, yang meninggal dunia karena Corona, dalam sehari mencapai angka 1.480 orang. Ini mengerikan. Ini membahayakan. Dan ini harus dijadikan pelajaran.

Jakarta sebagai episentrum penyebaran Virus Corona, tahu persis apa yang harus dilakukan. Dimulai dari Jakarta, kita harus melawan Corona.

Soal lockdown atau PSBB, kita tentu tak usah memperdebatkannya lagi. Saat ini bukanlah waktunya untuk berdebat soal istilah. Saat ini saatnya menyelamatkan nyawa warga Jakarta dan rakyat Indonesia dari keganasan Virus Corona.

Masa Depan Jakarta

Masa depan Jakarta, ada pada penerapan kebijakan PSBB. Hanya ada dua kemungkinan dalam penerapan PSBB tersebut. Bisa sukses. Dan bisa juga gagal.

Jika rakyat Jakarta patuh dan taat atas kebijakan PSBB, maka tentu Jakarta akan menjadi daerah yang sukses dalam menangani pandemi Virus Corona. Dan masa PSBB akan segera dicabut. Kita semua tentu akan menyambut dengan riang gembira.

Namun jika warga Jakarta dan sekitarnya, tidak manut pada aturan gubernurnya, resikonya PSBB, masa berlakunya akan panjang dan lama. Corona tak bisa ditangani. Dan ini, bukan hanya akan menjadi kegagalan pemerintah daerah. Tetapi kegagalan pemerintah pusat dan kita semua, dalam bahu-membahu dan bergotong royong dalam melawan Corona.

Kuncinya taati aturan. Hormati kebijakan. Jangan kemana-mana dulu, jika tak terlalu mendesak dan penting. Ini bukan hanya sedar Virus Corona yang menyebar di Jakarta dan Indonesia. Tetapi ini soal kesehatan dan nyawa seluruh warga Jakarta dan rakyat Indonesia.

Menyelamatkan nyawa satu manusia, itu sama saja menyelamatkan nyawa seluruh manusia. Jangan gara-gara Corona kita menyerah. Justru dengan adanya Corona, kita bisa bersatu, saling membantu, saling berbagi, dan saling menguatkan.

Mari kita jadi warga negara yang baik, agar bangsa ini juga menjadi bangsa baik. Mari kita juga menjadi rakyat yang taat, agar Corona juga sekarat. Jika kita tak taat dengan aturan PSBB, maka kita sendirilah yang akan rugi.

Jangan berlama-lama kita dalam melawan Corona. Anak-anak harus masuk sekolah, mahasiswa juga masuk kampus, rakyat perlu hiburan, dan ekonomi juga harus tumbuh. Ini semua bisa terlaksana, jika kita taat dan mentaati aturan yang berlaku. Selamat menikmati PSBB.

Sumber : Akurat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *