Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal

Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal

Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal

Relawan Uji Klinis Vaksin COVID-19 AstraZeneca di Brasil Meninggal – Seorang sukarelawan uji coba vaksin COVID-19 AstraZeneca telah meninggal Brasil. Anvisa, otoritas kesehatan Brasil, menerima informasi dari penyelidikan kematian tersebut.
Mengutip dari  http://asensioexposed.com/ , masih belum jelas apakah sukarelawan tersebut menerima vaksin atau suntikan plasebo.

Uji klinis fase 3 AstraZeneca tunda pada awal September setelah seorang peserta penelitian Inggris mengalami cedera tulang belakang. Uji coba tersebut telah lanjutkan Inggris dan Brasil, meskipun uji coba tersebut tetap tahan pada AS.

Baca juga: Johnson & Johnson Hentikan Uji Vaksin COVID-19, Sinovac Indonesia Aman?
Dalam pernyataannya kepada NBC News, AstraZeneca mengatakan bahwa uji coba akan lanjutkan.

“Kami tidak dapat mengomentari kasus individu dalam uji coba vaksin Oxford yang sedang berlangsung karena kami sangat mematuhi kerahasiaan medis dan peraturan uji klinis, tetapi kami dapat mengonfirmasi bahwa semua proses peninjauan yang perlukan telah ikuti,” tulis pernyataan itu.

“Semua peristiwa medis yang signifikan nilai secara cermat oleh penyelidik uji coba, komite pemantau keamanan independen, dan pihak berwenang. Penilaian ini tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsug,” lanutnya.

Kandidat vaksin AstraZaneca sedang dikembangkan bersama Universitas Oxford

Johnson & Johnson menghentikan uji klinis kandidat vaksin COVID-19 setelah salah seorang relawan vaksin mengalami ‘unexplained illness’. keadaan  kesehatan relawan tersebut tengah pantau dan dievaluasi oleh Data Safety Monitoring Board (DSMB).
Soal keadaan relawan, JNJ tidak memberikan penjelasan lebih rinci karena terkait privasi yang bersangkutan. Tidak ketahui juga apakah relawan tersebut menerima vaksin atau plasebo.

Sementara itu, kandidat vaksin lainnya buatan Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma juga tengah menjalani uji klinis Bandung, Jawa Barat. Adakah kemungkinan hentikan karena hal serupa?

Baca juga: Relawan Jatuh Sakit, Uji Klinis Vaksin COVID-19 Ini hentikan Sementara
“Kita lihat dari pengalaman. Waktu itu Astrazeneca meng-hold, tapi itu kan  review. Setelah lihat itu kan teruskan kembali, maka nggak langsung hentikan,” jelas Prof Herawati Sudoyo, ilmuwan biologi molekular yang juga wakil kepala Lembaga Eijkman, dalam diskusi LaporCOVID-19, Selasa (13/10/2020). Mengutip dari https://christian-mommies.com/

Menurut Prof Hera, uji klinis vaksin memang akan hentikan jika memberikan dampak membahayakan. Penilaian tentang dampak tersebut akan lakukan dan tangani oleh lembaga yang membuatnya.

Sementara itu, Ketua Tim Uji Riset Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran Prof Dr dr Kusnandi Rusmil, SpA(K), MM, juga menambahkan dalam uji vaksin, ada tiga tujuan utama yang harus capai. Prof Kusnandi saat ini juga tengah memimpin uji klinis vaksin Sinovac Bandung.

“Yang pertama itu adalah keamanan vaksin, kedua adalah imunogenisitas, dan yang ketiga adalah efikasi. Itu yang utama,” ujarnya.