Remaja Tewas Saat Mengikuti Pelatihan Silat, Orang Tua Syok

Remaja Tewas Saat Mengikuti Pelatihan Silat, Orang Tua Syok

Remaja Tewas Saat Mengikuti Pelatihan Silat, Orang Tua Syok

Remaja Tewas Saat Mengikuti Pelatihan Silat, Orang Tua Syok – Ratih Rejeki, masih syok dengan kejadian yang menimpa anak pertamanya, FAR yang meninggal saat mengikuti latihan silat di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Raut sedih terlihat jelas dari air muka Perempuan berusia 34 tahun mengingat nasib nahas sang anak. Saat ditemui di rumahnya, dia sedang hamil besar.

Ketika dikunjungi di rumahnya, Ratih mengingat detik-detik kejadian nahas yang menimpa sang anak pada Sabtu Kala itu, FAR pamit untuk mengikuti latihan kenaikan tingkat. Sebelum ujian kenaikan tingkat, anaknya memang diminta untuk berpuasa dulu. Sore sebelum berangkat latihan, FAR memang berbuka puasa. Selain itu anaknya juga membawa bekal untuk latihan.

Sudah selama setahun terakhir anaknya memang ikut berlatih silat di PSHT. Meski dia dan suaminya Danang Slamet Widodo (41) sejak awal tidak senang dengan anaknya ikut PSHT.

”Sebenarnya saya dan suami tidak suka anak saya ikut PSHT. Tapi dia nggak berani keluar, takut nantinya ada apa-apa. Makanya dia tetap ikut,”ucapnya saat ditemui di rumahnya di desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, Selasa.

Bahkan, orang tua FAR selama ini selalu mengalihkan hobi anaknya agar tidak hanya fokus pada PSHT. Orang tuanya rela membelikan merpati agar dia beralih hobi memelihara merpati.

”Dia juga suka adu balap merpati. Bahkan sama bapaknya, kemarin itu sebelum berangkat, siangnya dia juga adu merpati itu,” ucapnya.

Selama ini orang tuanya selalu mendukung FAR dalam semua hobi Daftar Sbobet88 dan apa kegemarannya. Sejak kecil FAR merupakan anak yang berbakat dalam sepak bola. Dulunya, dia sering diajak teman-temannya untuk pertandingan antar kampung (tarkam). Saking seringnya tarkam, FAR bahkan dilirik oleh Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Solo.

”Dia kan dulunya ikut SSB. Bahkan sering pertandingan kemana-mana. Makanya dari sekolah olahraga yang ada di SMPN 1 Solo itu meminta dia sekolah disana. Tapi karena terlanjur masuk SMPN 2 Gatak, Sukoharjo, makanya dia nggak mau pindah,”ucapnya.

#Orang tua korban sangat terpukul

Lulus dari SMPN 2 Gatak, FAR yang dikenal penurut ini sudah diterima di SMKN Muhammadiyah Kartosuro. Dia sudah mendapat kain untuk seragam sekolahnya. Saat upacara pemakaman kemarin, para guru dari SMK Muhammadiyah Kartosuro juga datang untuk melayat.

Selain itu dirinya juga ingin mengumpulkan baju-baju anak sulungnya ini. Memang terlihat di depan rumah ada beberapa helai pakaian anak laki-laki yang tengah dijemur. Sebagian baju FAR memang sudah diambil oleh keluarga dan kerabat. Namun beberapa helai pakaian akan dikumpulkannya.

Kini Ratih dan suami hanya tinggal mendoakan supaya anaknya beristirahat dengan tenang. Dia juga berharap agar proses hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak ada lagi orang lain yang mengalami seperti FAR.