Rhoma Irama Manggung di Bogor

Rhoma Irama Manggung di Bogor

Rhoma Irama Manggung di Bogor

Rhoma Irama Manggung di Bogor – Bupati Ade Yasin mengaku kecewa kepada Rhoma Irama lantaran  Raja Dangdut itu ingkar janji dengan tetap mengisi acara pada acara khitanan yang berlokasi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu. Padahal, wilayah itu termasuk zona merah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Gugus tugas akan mengambil langkah tegas, karena khawatir hal tersebut menjadi preseden buruk bagi masyarakat lainnya,” ujar Ade Yasin, Senin.

Menurutnya, konser itu melanggar Peraturan Bupati (Perbup) No. 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yaitu level kewaspadaan daerah, penetapan PSBB proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut aksi manggung Rhoma Irama di Kabupaten Bogor dinilai banyak pelanggaran. Acara yang dihadiri massa perlu jadi pembelajaran di daerah lain selagi pandemi Corona atau COVID-19.

“Ini jadi pelajaran tolong yang lain-lain jangan mengulangi dan meniru dan harus selalu meminta izin dengan jelas terkait protokol kesehatan,” ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu.

Emil menyatakan imbas dari aksi manggung Rhoma Irama di Bogor itupun berujung rapid test. Pemkab Bogor, kata Emil, akan melakukan rapid test terhadap warga sekitar termasuk tamu undangan yang hadir. https://368bet.win

Akibat peristiwa itu, Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi bahkan sampai turun tangan mendatangi Kantor Bupati Bogor di Cibinong, Senin. Kedatangan mereka untuk membahas acara pedangdut itu.

Polemik konser ini bermula saat sebuah video beredar di media sosial, pada video itu, Rhoma Irama mengumumkan akan melaksanakan konser musik dalam acara khitanan salah satu warga Kabupaten Bogor.

“Soneta Group akan tampil pada acara khitanan putra dari Bapak Surya Atmaja beserta Ibu Hj Khodijah, putranya yaitu Raga Sudirja, tanggal 28, hari Minggu siang, bertempat di Cibubian, Cisalak, Pamijahan, Insha Allah,” kata Rhoma.

Menurut Emil, kegiatan-kegiatan yang mengundang massa tersebut rawan terjadi penyebaran COVID-19. “Coba bayangkan, kalau semua ada kerumunan harus di rapid test kan repot kan. Itulah poinnya,” katanya.

“Kasihanilah kami yang sedang mengatur proses ini dengan sebaik-baiknya, saya kira ini pelajaran buat semua orang,” ujar Emil menambahkan.

Rhoma memberikan pernyataan terkait aksi panggungnya di Bogor. Hal tersebut menurut Si Raja Dangdut tidak adil. Menurutnya ia datang hanya sebagai tamu undangan sebuah acara khitanan saja.

Undangan itu sampai kepadanya bukan sebagai penampil konser bersama Grup Soneta. Ia menegaskan datang seorang diri.

“Saya datang sore hari, tapi tiba-tiba kenapa saya yang jadi sasaran. Saya yang mempertanggungjawabkan ini. Ini saya rasa nggak fair ya. Saya harap juga bupati bercanda saja. Sebab kalau memang serius, yang bertanggung jawab adalah yang menyelenggarakan pergelaran. Yang mengadakan acara itu,” kata Rhoma.