Sekarang Banyak Perokok Beralih ke Vape, (Rokok Elektrik)

 Sekarang Banyak Perokok Beralih ke Vape, (Rokok Elektrik)

 Sekarang Banyak Perokok Beralih ke Vape, (Rokok Elektrik)

Ini yang Akan Terjadi Apabila Vape Dilarang

 Sekarang Banyak Perokok Beralih ke Vape, (Rokok Elektrik)– Telah kita ketahui sekarang sudah banyak orang yang beralih ke rokok elektrik atau bahasa kerennya adalah vape. Kenaikan cukai rokok yang diberlakukan pemerintah, diprediksi akan membuat masyarakat berpindah ke rokok elektrik atau vape.

Pasalnya cukai liquid atau cairan vape sama sekali tidak mengalami kenaikan, Tidak seperti tarif cukai hasil tembakau yang naik sekitar 22%.

Ketua Bidang Produksi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Eko Prio HC, mangatakan, naiknya cukai rokok akan membuat masyarakat beralih menggunakan rokok elektrik karena dinilai lebih murah dibandingkan rokok.

Dia menerangkan, pada tahun 2020 ini cukai liquid vape tidak mengalami kenaikan. Pasalnya tahun 2018 lalu, cukai untuk liquid vape  langsung dikenakan biaya cukai tertinggi sebesar 57%.

Terkait besarnya perpindahan, pengguna rokok tembakau ke rokok elektrik, lanjut pria yang akrab disapa Eko ini, diprediksi akan berkisar diangka kurang dari 50 persen. Selain karena rokok lebih mahal dibandingkan vape, masyarakat saat ini lebih peka terhadap Download IDN Poker kesehatan sehingga memilih menggunakan vape.

VAPE atau vaporizer kini menjadi bagian dari gaya hidup milenial. Menjamurnya si rokok elektrik di tengah masyarakat karena rokok jenis baru ini dianggap lebih aman bagi kesehatan dibandingkan rokok konvensional. Hal tersebut membuat para perokok mulai beralih ke vape. Klaim aman tersebut bahkan membuat anak-anak mulai mengonsumsi si rokok elektrik. Peminat rokok elektronik pun meningkat secara signifikan.

Selain klaim mereka akan keamanan bagi kesehatan, rokok elektronik pun sangat mudah didapat dan tidak ada regulasi apapun yang mengatur persebarannya. Kondisi tersebut diperkuat dengan maraknya komunitas-komunitas vape.

Vape Termahal di Dunia Ada yang Dilapisi Berlian Lho!

“Potensi peralihannya lebih besar, disatu sisi pemerintah bisa mendapat cukai dari ekstraksi tembakau ke nikotin yang dibutuhkan liquid, dan disisi lain dari segi kesehatan lebih aman dibandingkan rokok,” tambahnya.

Dari data yang ada, Dari data yang ada, pengguna rokok elektrik di Indonesia saat ini mencapai 1,2 sampai 1,5 juta orang. Pada 2019 kemarin, jumlah liqiud yang dihasilkan mencapai 30 juta botol, naik 30% dibandingkan tahun 2018 lalu yang ada diangka 10 juta botol.

“Untuk market share pengguna vape tertinggi masih ada di pulai Jawa, angkanya mencapai 35 persen. Produksi liquid sendiri, seiring dengan perpindahan ini, juga dipastikan akan ada kenaikan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pendiri komunitas vape Semarang, Dhony Fajar menambahkan jika perpindahan dari rokok ke rokok elektrik dimungkinkan bisa terjadi. Apalagi seiring berkembangnya komunitas vape di Jateng ataupun Semarang yang saat ini semakin besar.

“Perpindahan pasti ada, apalagi tidak ada kenaikan untuk cukai liquid vape. Kalau terkait berapa besarannya, belum bisa diprediksi secara rinci,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *