Setahun Bekerja, Pemerintahan Jokowi Hadapi COVID-19 hingga Stunting

Setahun Bekerja, Pemerintahan Jokowi Hadapi COVID-19 hingga Stunting

Setahun Bekerja, Pemerintahan Jokowi Hadapi COVID-19 hingga Stunting

Setahun Bekerja, Pemerintahan Jokowi Hadapi COVID-19 hingga Stunting – Laporan Tahunan 2020 telah rilis Kantor Staf Presiden (KSP). Laporan itu berisi rangkuman program-program pemerintah selama setahun ke belakang, termasuk berbagai langkah penanganan pandemi COVID-19.
Mengutip dari http://asensioexposed.com/ Dalam laporan tersebut paparkan situasi pandemi turut mempengaruhi penyesuaian program kerja pemerintah. Prioritas program dan alokasi anggaran fokuskan untuk mengatasi penyebaran virus Corona.

Antisipasi penanganan COVID-19 telah lakukan pemerintah sebelum kasus pertama temukan. Sebanyak 238 WNI pulangkan dari Wuhan dan diisolasi Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Selain itu, 23 ribu pekerja bidang pelayaran juga fasilitasi kepulangannya.

Virus Corona mulai melancarkan terornya bumi Indonesia pada awal Maret 2020. Pada tanggal 3 Maret, kasus pertama COVID-19 temukan pada warga Depok, Jawa Barat. Seminggu berselang, COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global.

Pemerintah bergerak cepat dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melalui Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020, yang keluarkan tanggal 13 Maret 2020.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai stakeholder yang bertanggung jawab dalam penanganan kasus Kesehatan ini juga langsung ambil tindakan. Melansir dari http://ratutogel.com/ Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 keluarkan untuk menjadi panduan karantina wilayah dalam rangka menekan penyebaran COVID-19. Permenkes tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dalam menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020.

Permasalahan Era Jokowi Karena Covid-19 Dan Hadapi Stunting

Selain membatasi pergerakan masyarakat, pemerintah melalui Kemenkes juga mengedukasi protokol Kesehatan untuk mencegah COVID-19. Berdasarkan panduan Kemenkes, pencegahan penularan virus Corona dapat lakukan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan air mengalir dengan sabun. Edukasi terus jalankan untuk membuat masyarakat disiplin menerapkan prinsip 3M tersebut.

Guna melacak penyebaran virus Corona, pemerintah melalui koordinasi Kementerian Kesehatan meningkatkan kapasitas spesimen tes COVID-19. Dari mulanya hanya ratusan spesimen per hari, kini rata-rata spesimen yang tes setiap harinya sekitar 38 ribu. Berdasarkan data per 11 Oktober, sudah 2,31 juta orang yang periksa dan jumlahnya terus bertambah.

Kementerian Kesehatan bersama stakeholder terkait turut mengupayakan tambahan rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menampung pasien. Tidak hanya mengerahkan rumah sakit pemerintah dan swasta, rumah sakit darurat sepertiĀ  Wisma Atlet Kemayoran juga disiagakan. Saat ini ada 903 rumah sakit rujukan COVID-19 dengan kapasitas 51.198 tempat tidur.

Pandemi COVID-19 menuntut para dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk berjibaku tanpa mengenal lelah. Mereka bertindak layaknya martir untuk menyelamatkan negeri ini. Sekurangnya 127 dokter dan 92 perawat gugur akibat terinfeksi COVID-19 dalam bertugas.

Demi mempercepat penuntasan pandemi COVID-19, Komite Penanganan COVID-19 bersama Kementerian Kesehatan, serta kementerian dan lembaga terkait memperjuangkan ketersediaan vaksin secepat mungkin. Hasilnya didapatkan titik terang persiapan vaksin untuk masyarakat Indonesia. Ada tiga perusahaan vaksin asal China yang telah menjalin kesepakatan, yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

Sinovac telah sepakat menyiapkan 143 juta dosis konsentrat vaksin COVID-19 secara bertahap mulai November 2020. Sementara itu, vaksin Sinopharm sedang menjalani uji klinis tahap ketiga,Uni Emirat Arab.