TGPF Periksa Istri Pendeta Yeremia dalam Rentetan Kasus Penembakan

TGPF Periksa Istri Pendeta Yeremia dalam Rentetan Kasus Penembakan

TGPF Periksa Istri Pendeta Yeremia dalam Rentetan Kasus Penembakan

TGPF Periksa Istri Pendeta Yeremia dalam Rentetan Kasus Penembakan – Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) telah memeriksa 25 saksi dalam mengungkap fakta di balik rentetan kasus penembakan pada Intan Jaya, Papua. Mulai istri Pendeta Yeremia Zanambani, yang menjadi salah satu korban penembakan, hingga tenaga medis turut menjadi saksi atas kasus ini.
“lalu berkaitan dengan beberapa saksi kami periksa cukup banyak, sekitar 25 mungkin lebih. Pertama istri korban, lalu dua saudaranya yang datang minta lihat korban, lalu saksi satu lagi pasca-peristiwa, tenaga medis yang mintai bantuan untuk meng-handle korban,” kata Ketua TGPF Benny Mamoto pada Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).

Untuk ketahui, tim TGPF bentukan Menko Polhukam Mahfud Md ini mengemban misi mencari fakta penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 warga sipil, dan 1 pendeta bernama Yeremia Zanambani.

Melansir dari http://ratutogel.com/ Dalam hal ini, TGPF pun turut memeriksa aparat yang saat itu mengevakuasi jenazah anggota TNI yang tembak pada Hitadipa. Adapun TGPF meminta keterangan terkait rute evakuasi yang tempuh aparat saat itu.

“lalu aparat setempat yang pada saat itu melakukan kegiatan pada sekitar Hitadipa karena waktu itu ada kegiatan evakuasi korban Sersan Sahlan pagi itu tembak, lalu mukanya bacok dua kali itu akan dievakuasi sehingga perlu pengawalan, perlu rute itu diamankan. Nah, mereka semua sudah kita periksa, sudah minta keterangannya.  Maka Kami menggali informasi dari proses investigasi yang berjalan, itu juga kita gali,” ujarnya.

TGPF Ungkap Keadaan Intan Jaya Masih Rawan

Mengutip dari http://asensioexposed.com/ , TGPF Intan Jaya telah melakukan investigasi rentetan kasus penembakan yang menewaskan 2 anggota TNI, 1 orang warga sipil, dan 1 orang pendeta. Total sudah ada 25 saksi yang periksa.

Menko Polhukam Mahfud Md memberi tenggat kepada tim TGPF menyelesaikan laporannya hingga 17 Oktober mendatang. Mahfud pun mengatakan TGPF telah menuntaskan proses investigasi sesuai dengan target. Yang susun sekalipun tim sempat hadang berbagai rintangan dan teror lapangan.

“Alhamdulillah semua target pencarian fakta itu meski dengan perintangan dan teror juga bahkan penghadangan itu sudah sesuai target yang bawa dari Jakarta. Ujar Mahfud pada Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).

Seperti ketahui, TGPF penembakan pada Intan Jaya, Papua, tembaki KKB (kelompok kriminal bersenjata) saat melakukan investigasi. Rombongan hadang dan tembaki KKB setelah melakukan olah TKP.

Penembakan terjadi pada daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hipadita, Intan Jaya, Jumat (9/10) pukul 15.30 WIT. Saat itu TGPF sedang kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa.

Dalam kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani Intan Jaya, TGPF berhasil meyakinkan keluarga untuk menyetujui proses autopsi jenazah. TGPF juga berhasil membujuk keluarga untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) dari polisi.

“Hari ini TGPF berhasil meyakinkan keluarga Pendeta Yeremia Zanambani untuk melakukan autopsi dan menandatangani BAP dari pihak kepolisian. Kata Ketua TGPF Benny Mamoto dalam keterangan tertulis yang terima detikcom, Minggu (11/10).

Benny menuturkan sebelumnya keluarga menolak adanya autopsi. Setelah mengantongi izin dari keluarga, kepolisian akan segera melakukan pemeriksaan jenazah.

“Sebelumnya pihak keluarga korban tidak mau menandatangani BAP dari pihak kepolisian. Autopsi akan lakukan pada kesempatan lain,” jelasnya.