Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Pasangan

Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Pasangan

Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Pasangan

Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Pasangan – Tetap tenang di tengah konflik adalah salah satu ciri-ciri kecerdasan emosional. Ketika emosimu stabil, kamu bisa dengan mudah menghadapi pasangan yang bersikap menyusahkan dan tidak akan takut memutuskan hubungan apabila dia mulai menyakitimu. Bersikap tenang adalah pilihan paling berkelas daripada memilih untuk bersikap seperti monster yang menambah kerusakan dalam konflik.

Menyelesaikan suatu masalah dalam hubungan memang sangat berisiko. Kalau dalam hubungan kamu dan pasangan adalah orang yang sama-sama emosional, bisa-bisa setiap ada masalah hubunganmu terancam putus.

Siapa sih yang ingin menghadapi fase putus? Kalau memang saling menyayangi dan mencintai, kalau masalahnya bisa diatasi dengan baik, kenapa nggak? Yuk coba lakukan ini kalau kamu dengan pasangan sedang mengalami masalah.

Membangun Batas Toleransi

Saat pasangan kesal padamu, ada kemungkinan kekesalannya tidak sepenuhnya disebabkan oleh kesalahanmu. Kamu sadar bahwa kamu tidak bisa selamanya memuaskan keinginan pasangan. Kamu membuat batas diri dan toleransi akan apa yang bisa kamu lakukan untuk pasangan dan apa yang tidak akan kamu kompromikan kepadanya.

Ketika kamu sudah membangun batas toleransi, kamu bisa tetap tenang saat menghadapi kemarahan pasangan. Kamu baru akan bertindak ketika dia mulai melanggar batasan yang sudah kamu buat. Daftar IDN Poker 88 pulsa

Jangan takut untuk membicarakan masalah

Saat ada hal yang mengganjal dan membuatmu resah, jangan kamu pendam, Bela. Kamu bisa membicarakannya dengan pasangan kamu. Bicarakan dengan kepala dingin agar pasangan kamu juga mengerti apa yang kamu rasakan. Kalau kamu hanya memendam masalah, kamu hanya akan menahan emosi dan kalau emosimu sudah meluap, kamu malah sulit mengontrolnya.

Mengenali Kelebihan dan Kekuranganmu

Agar bisa membangun batas toleransi, kamu harus tahu kelebihan dan kekuranganmu sendiri. Kamu sadar sepenuhnya bahwa kekuranganmu dapat mencerminkan pengaruh negatif terhadap pasangan, jadi kamu mencari cara yang lebih sehat untuk mengungkapkannya. Orang cerdas adalah orang yang menguasai dirinya dan sanggup mengekspresikan dirinya dengan cara yang sehat.

Jangan membandingkan dengan pasangan lain

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Begitu pun saat mereka menghadapi masalah, cara menyelesaikannya pun akan berbeda. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Tergantung bagaimana kamu bisa memandangnya. Mungkin secara nggak sadar ketika ada suatu masalah, kamu akan membandingkan pasangan kamu dengan orang yang lebih baik. Atau mungkin kamu membandingkannya dengan mantan kamu yang dulu.

Sebaiknya ini hanya menjadi pikiranmu sendiri saja. Jangan sampai kamu terlalu memikirkannya bahkan sampai membandingkannya secara terang-terangan kepada pasangan kamu. Hindari hal ini agar kalian tetap saling menghargai.

Fokus Mencari Solusi

Daripada memusingkan diri dan hanyut dalam konflik tidak berguna, orang cerdas justru mencari solusi yang bisa memecahkan masalah. Kamu tidak akan mau repot-repot menghadapi kekesalan pasangan dan mendorong dia untuk mencari solusinya bersama-sama. Saat pasangan menghujanimu dengan kritik dan ejekannya, kamu tidak menghiraukannya. Kamu tahu dengan meladeni amukan pasangan kamu hanya memperparah konflik yang sudah ada.

Akui saat melakukan kesalahan dan diam saat memang kamu benar

Hal ini adalah yang terpenting. Ketika dalam sebuah hubungan mengalami pertengkaran, biasanya tiap pasangan akan saling meninggikan egonya. Merasa nggak mau kalah dan ingin selalu dinilai benar. Padahal, untuk mempertahankan sebuah hubungan adalah adanya rasa saling mengalah dan menurunkan ego.

Ketika membuat kesalahan, meminta maaf dan ketika memang kita benar nggak mengungkitnya dan merasa menang. Hubungan bukan sebuah ajang perlombaan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Mau Memaafkan

Kamu mau move on dari masalah dengan memaafkan pasangan, walaupun pasangan tidak mau meminta maaf padamu. Kamu tahu bahwa dengan move on dan merelakan, kamu sendirilah yang akan mendapatkan manfaatnya di masa depan. Kamu tidak bisa mengontrol sikap pasangan, tetapi kamu bisa bersikap lebih mulia dengan memaafkan pasangan terlebih dulu. Kamu menolak untuk terlibat lebih jauh dengan kenegatifan pasangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *