[UPDATE] 78Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI

[UPDATE] 78Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI

[UPDATE] 78Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI

[UPDATE] 78Ribu Orang Berstatus Suspek COVID-19 di RI, – Satgas Penanganan COVID-19 merilis perkembangan data per Senin, jumlah orang dengan status suspect COVID-19 di Indonesia, yaitu sebanyak 78.659 orang.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 17 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 18 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 berjumlah 14.371 spesimen. Sehingga, total spesimen yang sudah selesai diperiksa mencapai 1.915.039.

Kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 143.043

Dari jumlah pemeriksaan spesimen tersebut, Kasus positif COVID-19 naik 1.821 hari ini. Dengan demikian, kasus COVID-19 di Indonesia telah mencapai 143.043.

Sedangkan peningkatan angka kematian juga terjadi di Indonesia, menjadi 6.277 kasus. Walaupun demikian, kasus sembuh juga terus naik dan sekarang berada di angka 96.306 orang.

Sebaran kasus COVID-19 di 34 provinsi Indonesia

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. Berikut ini data rincian penyebarannya:

  • Aceh 1.069 kasus
  • Bali 4.158 kasus
  • Banten 2.364 kasus
  • Bangka Belitung 216 kasus
  • Bengkulu 280 kasus
  • Yogyakarta 1.059 kasus
  • DKI Jakarta 30.465 kasus
  • Jambi 245 kasus
  • Jawa Barat 8.685 kasus
  • Jawa Tengah 11.793 kasus
  • Jawa Timur 28.551 kasus
  • Kalimantan Barat 452 kasus
  • Kalimantan Timur 2.578 kasus
  • Kalimantan Tengah 2.258 kasus
  • Kalimantan Selatan 7.281 kasus
  • Kalimantan Utara 329 kasus
  • Kepulauan Riau 664 kasus
  • Nusa Tenggara Barat 2.481 kasus
  • Sumatera Selatan 3.919 kasus
  • Sumatera Barat 1.413 kasus
  • Sulawesi Utara 3.315 kasus
  • Sumatera Utara 5.820 kasus
  • Sulawesi Tenggara 1.217 kasus
  • Sulawesi Selatan 11.187 kasus
  • Sulawesi Tengah 228 kasus
  • Lampung 343 kasus
  • Riau 1.039 kasus
  • Maluku Utara 1.746 kasus
  • Maluku 1.530 kasus
  • Papua Barat 620 kasus
  • Papua 3.432 kasus
  • Sulawesi Barat 320 kasus
  • Nusa Tenggara Timur 165 kasus
  • Gorontalo 1.821 kasus
Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

“Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang,” ujarnya, Selasa Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut. Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

“Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer,” jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

“Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan,” imbuhnya.